Teknik Latihan Pernapasan untuk Menjaga Fungsi Paru-Paru

Ada beragam teknik latihan pernapasan yang mampu memperkuat otot pernapasan. Bila dilakukan dengan benar dan rutin, teknik ini bisa membuat paru-paru berfungsi lebih baik untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh.

Fungsi paru-paru dalam proses pernapasan sangatlah penting, yaitu sebagai tempat pertukaran udara. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, paru-paru juga didukung oleh berbagai jaringan dan otot pernapasan.

Namun, fungsi paru-paru bisa menurun seiring pertambahan usia atau akibat penyakit tertentu. Nah, salah satu cara untuk menjaga fungsi organ tersebut adalah dengan latihan pernapasan.

Jika dilakukan secara rutin, latihan pernapasan dapat mempermudah proses pertukaran gas, meningkatkan kadar oksigen, dan membersihkan paru-paru. Selain itu, latihan ini juga diketahui mampu meredakan stres dan mengatasi rasa cemas.

Beragam Teknik Latihan Pernapasan untuk Paru-Paru
Terdapat sejumlah teknik latihan pernapasan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan fungsi paru-paru. Masing-masing teknik tersebut dilakukan dengan cara yang berbeda-beda.

Bila tertarik untuk mencobanya, berikut ini adalah beberapa teknik latihan pernapasan yang bisa Anda lakukan:

  1. Latihan pernapasan diafragma

Sesuai namanya, latihan pernapasan diafragma dilakukan menggunakan otot diafragma yang terletak di bawah paru-paru. Teknik latihan pernapasan ini bisa meningkatkan kapasitas paru-paru.

  1. Pursed lip breathing

Teknik latihan pernapasan pursed lip breathing tergantung pada penarikan napas melalui hidung sambil menutup mulut rapat. Teknik ini bisa membuat saluran pernapasan terbuka lebih lama, sehingga aliran udara yang masuk dan keluar paru-paru akan lebih banyak.

Teknik pursed lip breathing juga baik untuk mengatasi kecemasan yang berkaitan dengan kondisi medis paru-paru, misalnya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan emfisema.

  1. Lion’s breath

Lion’s breath merupakan teknik latihan pernapasan yang baik untuk mengurangi stres, merilekskan otot rahang dan wajah, serta meningkatkan fungsi jantung dan pembuluh darah.

  1. Equal breathing

Fokus latihan pernapasan equal breathing adalah menyamakan irama tarikan dan embusan napas. Teknik ini dianggap bisa menjaga pernapasan dan membuatnya lebih seimbang. Pada akhirnya, tubuh bisa lebih rileks.

  1. Deep breathing

Teknik latihan pernapasan yang terakhir adalah deep breathing. Teknik ini dapat meredakan sesak napas akibat serangan panik maupun kecemasan, karena bisa mencegah udara terperangkap di paru-paru. Dengan pernapasan yang lancar, tubuh pun dapat lebih rileks dan pikiran menjadi lebih fokus.

Macam-Macam Gangguan Sistem Pencernaan yang Umum Terjadi

Terdapat bermacam-macam gangguan sistem pencernaan yang umum terjadi. Dari sekian banyak penyakit pencernaan, ada lima jenis yang sering dijumpai. Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

Sistem pencernaan manusia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Selain itu, organ pankreas, hati, dan kantung empedu juga termasuk dalam sistem pencernaan.

Fungsi sistem pencernaan adalah menerima dan mencerna makanan. Setelah dicerna, nutrisi tersebut diserap dan disalurkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Sistem pencernaan juga berfungsi untuk memisahkan dan membuang sisa makanan yang tidak bisa dicerna oleh tubuh.

Macam-Macam Gangguan Sistem Pencernaan
Gangguan sistem pencernaan adalah masalah yang terjadi pada saluran atau organ yang terlibat dalam pencernaan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi hingga naiknya asam lambung. Gejala gangguan sistem pencernaan pun bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat.

Berikut ini adalah macam-macam gangguan sistem pencernaan yang umum ditemui:

  1. Diare

Diare adalah peningkatan frekuensi BAB lebih dari 3 kali dalam sehari disertai perubahan konsistensi menjadi lebih cair. Kondisi ini bisa disebabkan oleh perubahan pola makan, infeksi rotavirus, atau bakteri. Diare bisa berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.

Selain menyebabkan perubahan frekuensi dan konsistensi BAB, diare juga bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kram perut, demam, kembung, dan mual.

  1. Sembelit

Konstipasi atau sembelit adalah perubahan frekuensi BAB menjadi lebih jarang dan disertai dengan kesulitan BAB. Hal ini bisa disebabkan oleh menurunnya pergerakan usus. Umumnya seseorang dianggap mengalami sembelit ketika frekuensi buang air besarnya kurang dari 3 kali dalam seminggu.

  1. Wasir (hemoroid)

Wasir terjadi ketika pembuluh darah vena yang terletak di luar atau di dalam saluran anus (rektum) mengalami pembengkakan. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, namun sekitar 50% penderitanya berusia di atas 50 tahun. Wasir dapat menimbulkan nyeri dan gatal pada anus, benjolan di anus, serta keluarnya darah ketika BAB. Kadang wasir juga bisa membuat penderitanya sulit untuk duduk.

  1. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung terjadi ketika asam lambung naik menuju kerongkongan. Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya katup (sfingter) yang terletak di dalam saluran kerongkongan bagian bawah.

Pada orang sehat, katup tersebut akan berkontraksi dan menutup saluran kerongkongan setelah makanan turun ke lambung. Namun pada penderita GERD, katup yang lemah menyebabkan kerongkongan tetap terbuka, sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.

  1. Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka pada lapisan lambung dan usus halus bagian atas. Pengikisan dan luka tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang.

Bahaya Jangka Panjang Penggunaan Obat Tidur bagi Kesehatan

Obat tidur kerap digunakan sebagian orang untuk mengatasi kondisi sulit tidur. Meski cukup efektif dalam mengatasi gangguan tidur, obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jangka panjang karena berisiko menimbulkan efek samping, termasuk ketergantungan.

Gangguan tidur atau insomnia merupakan salah satu keluhan yang umum terjadi. Hampir setiap orang pernah mengalami gangguan tidur. Keluhan ini bisa terjadi dalam waktu singkat, tetapi bisa juga dalam jangka panjang.

Pada kasus insomnia yang parah atau sudah menimbulkan kesulitan dalam beraktivitas, pemakaian obat tidur bisa menjadi pilihan untuk mengatasi masalah tersebut. Selain untuk mengatasi gangguan tidur, obat tidur juga terkadang digunakan sebagai obat penenang.

Namun, perlu diingat bahwa pemakaian obat tidur sebaiknya hanya untuk jangka pendek dan harus sesuai anjuran serta resep dokter. Apabila digunakan secara tidak tepat, obat tidur bisa menimbulkan efek samping berupa ketergantungan dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Bahaya Jangka Panjang Penggunaan Obat Tidur
Meski dapat membantu Anda agar bisa tidur dan beristirahat dengan nyenyak, obat tidur tidak disarankan untuk digunakan dalam jangka panjang. Obat ini juga tidak dianjurkan untuk digunakan tanpa resep atau petunjuk dokter.

Jika digunakan dalam jangka panjang atau tidak sesuai dosis pemakaian yang tepat, obat tidur justru bisa menimbulkan bahaya jangka panjang berikut ini:

  1. Parasomnia

Parasomnia adalah gangguan atau masalah perilaku yang muncul saat seseorang sedang tidur. Orang yang menderita parasomnia bisa mengalami gangguan tidur berjalan (sleepwalking) atau tertidur saat berbicara dan makan maupun mengalami sleep sex. Perilaku ini umumnya terjadi karena konsumsi obat tidur melebihi dosis.

Selain karena penggunaan obat tidur, parasomnia juga bisa terjadi akibat penyalahgunaan narkoba atau minuman beralkohol.

  1. Efek adiksi atau ketergantungan

Obat tidur yang diresepkan oleh dokter pada umumnya hanya ditujukan untuk penggunaan dalam jangka pendek. Setelah gangguan tidur teratasi, penderita dianjurkan untuk berhenti menggunakan obat tidur dan dokter akan menyesuaikan dosis pemakaiannya sebelum obat tidur dihentikan sepenuhnya.

Jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau melebihi dosis, apalagi tanpa resep dokter, obat tidur justru dapat menimbulkan efek samping serius berupa ketergantungan atau kecanduan.

Orang yang mengalami kecanduan obat tidur bisa mengalami berbagai gejala, seperti pusing atau vertigo, sulit untuk fokus, perubahan mood yang ekstrem, penurunan libido atau nafsu makan, dan gangguan psikologis, seperti munculnya rasa cemas berlebihan.

  1. Penurunan fokus dan daya ingat

Potensi bahaya lain dari penggunaan obat tidur dalam jangka panjang adalah penurunan daya ingat dan fokus atau bahkan hilang ingatan. Efek samping ini bisa mengganggu kualitas hidup dan membuat orang yang mengalaminya menjadi sulit untuk bekerja atau menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain beberapa bahaya di atas, penggunaan obat tidur dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan berbagai efek samping lain, seperti penyakit ginjal, penurunan tekanan darah, atau penyusutan jaringan otot (sarkopenia), terutama pada lansia.

Apakah Membunyikan Jari Berbahaya Serta Beresiko? Cara Lain Untuk Kurangi Membunyikan Jari

Kebiasaan banyak orang adalah membunyikan jarainya ketika selesai melakukan kegiatan. Terlebih saat ini banyak sekali yang sedang ramai dengan kretek abal-abal. Suara kretek yang dihasilkan sangatlah membuat orang puas. Sebenarnya apakah membunyikan jari berbahaya?

Apakah Membunyikan Jari Berbahaya Serta Beresiko? Cara Lain Untuk Kurangi Membunyikan Jari

Kebiasaan yang satu ini memang cukup sulit untuk dihilangkan begitu saja. Meski hal ini tidak berbahaya untuk dilakukan. Namun, tetap saja ada resiko yang harus diterima dalam jangka panjang.

Sebenarnya kamu bisa mengurangi rasa kaku serta pegal tersebut dengan melakukan olahraga. Namun, ada cara lain untuk kamu bisa membuat rileks jari tanganmu saat bermain  tanpa harus di kretek. Selain beresiko membunyikan jari juga bisa terjadi peradangan.

Cara Lain Untuk Mengurangi Rasa Kaku Pada Jari Selain Membunyikannya

Kebiasaan membunyikan jari ini bisa dikurangi dengan cara-cara lain, seperti.

Peregangan

Kamu bisa melakukan peregangan ketika dirasa jari kamu cukup kaku dan pegal. Kamu bisa melakukan dengan cara, mengepalkan tangan lalu membukanya kembali. Buat kepalan itu secara berulang dengan intensitas yang sedang.

Ini akan membuat kamu merasa lebih rileks. Dan juga mengurangi resiko jika kamu membunyikan jari. Lakukan peregangan saat dirasa jari-jarimu sudah terasa kaku. 

Putar Pergelangan Tangan

Biasanya saat jari-jari terasa pegal, maka akan disertai sakit pada pergelangan tangan juga. Kamu bisa mencoba untuk memutar pergelangan tangan kamu searah jarum jam, lalu ulangi dengan berlawanan arah jarum jam.

Sebenarnya apakah membunyikan jari berbahaya, jawabannya tidak. Hanya saja lebih baik dihindari untuk meminimalisir resiko yang ada.

Melakukan Tarian Jari

Kamu sering membunyikan jari kamu? coba hindari dengan melakukan tarian jari. Buat seolah-olah kamu sedang menaiki tangga atau sedang memainkan tuts piano. Ini dapat membantumu melenturkan jari yang kaku.

Memberi Tekanan Pada Jari Secara Bersama

Kamu bisa menyatukan jari-jari tangan kamu lalu tekan. Terkadang memberikan tekanan pada jari akan mampu membuat otot terasa santai. Regangkan jari kamu selama 5 sampai 8 menit. Ulangi hingga 4 atau 5 kali.

Resiko Yang Muncul Ketika Terlalu Sering Membunyikan Jari

apakah membunyikan jari berbahaya? Berikut resiko yang ditimbulkan dari kebiasaan membunyikan jari.

Menyebabkan Arthritis

Resiko yang akan kamu dapatkan dari membunyikan jari tangan ini, bisa menyebabkan radang sendi. Tekanan negatif yang mengeluarkan gas nitrogen sementara saat ruas-ruas jari ditarik memang tidak berbahaya.

Namun, jika telah terjadi peradangan atau inflamasi dapat menyebabkan kamu mengalami bengkak. Ini akan membuat aktivitas kamu tidak nyaman dan dapat menggangu. 

Apabila peradangan kamu telah mengalami komplikasi, lebih baik untuk dapat ditangani oleh tim medis. Supaya terhindar dari hal yang tidak kamu inginkan.

Asam Urat

Hal ini bisa terjadi karena kandungan nitrogen yang keluar sehingga bisa saja zat purin dapat masuk diantara sendi. Jadi membunyikan sendi berbahaya? Sebenarnya belum banyak penelitian akan hal tersebut. Namun, dokter sepakat untuk menghentikan kebiasaan itu.

Pada akhirnya tidak ada manfaat membunyikan jari tangan apabila memicu banyaknya resiko yang berbahaya. Resiko tersebut harus bisa kamu hindari agar tidak berlarut. 

Sendi yang rusak secara permanen ada baiknya untuk dapat ditangi oleh tenaga medis profesional. Juga untuk mengetahui kerusakan atau resiko terberat yang bisa saja menimpa kamu.

Apakah membunyikan jari berbahaya itu mungkin saja bisa terjadi. Banyak dokter yang telah sepakat untuk mengurangi kebiasaan tersebut. Mempunyai sendi yang sehat tentu keinginan semua orang. Hal ini juga tentu tidak akan mengganggu aktivitasmu.