Cegah Narkoba, Polisi Perketat Penjagaan di Wilayah Perbatasan Selama Ramadhan

Polri memperketat penjagaan sejumlah lokasi di Indonesia yang dianggap berpotensi menjadi pintu masuknya narkoba selama bulan Suci Ramadhan. Sejumlah lokasi tersebut di antaranya adalah lokasi perbatasan.

“Tetap di pintu masuk narkoba ke Indonesia di daerah Sumatera dan Kalimantan,” kata Dirtipidnarkoba Brigjen Pol Mukti Juharsa kepada wartawan, Selama (12/3/2024).

Menurutnya, dua lokasi itu menjadi salah satu pintu masuk narkoba berasal dari luar negeri terutama berasal dari lokasi Malaysia yang sering kali diungkap.

Ini hasil evaluasi pengungkapan jaringan narkoba di Indonesia,” memahami dia.

Namun demikian, memasuki bulan suci Ramadhan, sejumlah spaceman persoalan narkoba mengalami trend penurunan kata Mukti. Meskipun minimnya eskalasi narkoba, kepolisian selamanya nakal melaksanakan langsung antisipasi.

Salah satu persoalan pengungkapan narkoba yang ditunaikan kepolisian jelang bulan Ramadhan yakni jaringan Internasional lintas Malaysia-Medan-Aceh-Jakarta yang diotaki oleh Murtala Ilyas.

Kasus tersebut sukses diungkap berawal berasal dari pengungkapan barang bukti narkoba di Bandara Soekarno-Hatta terhadap Oktober 2023. Kasus ini kemudian dikembangkan hingga sukses menciduk dua orang tersangka inisial WP (24) dan RD (22). Selain menangkap tersangka, turut disita barang bukti 5 kilogram narkoba model sabu.

Hasil pemeriksaan, kedua tersangka didapat informasi transaksi narkotika model sabu di Rest Area ‘travoy’ KM 65a Kelurahan, Tanah Raja, Kecamata Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

“Di sana, lagi diamankan dua orang laki-laki SD (44) dan AN (42) dengan barang bukti 5 paket narkotika model sabu dengan berat 5.000 gram atau 5 kilogram,” ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suyudi di Polres Metro Jakbar, Rabu (6/3).

Ada Gudang Penyimpanan

Suyudi mengatakan, kedua tersangka mengakui adanya gudang penyimpanan sabu di Cluster Debang, Taman Sari Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang Kota Medan, Sumatera Utara.

Dalam penggeledahan, ditemukan barang bukti 6 boks kontainer plastik warna merah berisi 100 paket narkotika model sabu dengan berat 100 kilogram. Suyudi mengatakan, penyidik termasuk mengamankan dua orang tersangka inisial MR (42) dan MT (42).

“Nah MT ini adalah residivis persoalan narkoba yang di awalnya pernah ditangkap dan ditahan termasuk di dalam persoalan narkotika dan TPPU kemudian tim sukses lagi menangkap yang bersangkutan,” ujar dia.

Tangkap Tersangka Lain
Selain itu, Suyudi menerangkan, MT sebagai otak intelektual berasal dari kelompok ini atau bandar besarnya lagi bersuara. Dari pengakuannya, penyidik pun menangkap ML (29) di Warung Kopi Jalan Tanah Merdeka Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas Jakarta Timur.

“Ada temuan barang bukti sebuah rekening dan dua kartu ATM sebagai alat transaksi pembayaran,” ucap dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *