Kisah Penyelam Temukan Harta Sriwijaya Miliaran Rupiah

Contents

Kisah Penyelam Temukan Harta Sriwijaya Miliaran Rupiah

Penyelam asal Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan bernama Asmadi (26) membagi kisahnya selagi mendapatkan harta karun punya Kerajaan Sriwijaya miliki nilai miliaran rupiah berasal dari dasar Sungai Musi.
Kegiatan menyelam masyarakat di Sungai Musi telah di awali sejak th. 1990an. Awalnya, masyarakat menyelam untuk melacak balok kayu dan besi bekas di dasar sungai yang terjatuh berasal dari kapal pengangkut barang.

Sebenarnya sejak dahulu selagi barang-barang kuno telah menjadi di temukan di Sungai Musi. Hanya saja, terhadap selagi itu masyarakat lebih kurang tidak sadar jikalau barang tersebut miliki nilai komersial yang memadai besar jikalau di koleksi maupun di jual kembali.

Namun sejak balok kayu dan besi bekas tambah sulit di dapatkan berasal dari dasar sungai, warga menjadi sadar bahwa barang kuno tersebut bisa di jual bersama dengan harga mahal. Di sempurnakan tambah banyak orang yang mengidamkan belanja barang tersebut yang memicu lama kelamaan fokus penyelaman mereka bergeser menjadi pemburu harta karun.

Asmadi menjadi satu berasal dari lebih kurang 70 persen berasal dari keseluruhan kuantitas masyarakat Pulau Kemaro orang yang menyelam untuk melacak barang antik atau benda kuno yang dapat di jual sebagai mata pencarian.

Bahkan, menurut pengakuan Asmadi, banyak orang telah merintis profesi ini jauh sebelum akan peneliti Inggris mengutarakan ada temuan benda bersejarah yang dikira peninggalan masa Kerajaan Sriwijaya di sungai Musi.

Dari penyelam ke kolektor barang antik

Bermula berasal dari kekagumannya terhadap langkah penyelam beraksi melacak barang kuno judi bola parlay yang bisa di jual mahal. Asmadi tertarik dan menjadi terjun menjajal sebagai penyelam terhadap 2017. Bahkan, ia rela meninggalkan pekerjaan sambilannya sebagai karyawan jasa area parkir dan fokus kuliah sambil menyelam di karenakan tergiur duit besar. Berasal dari hasil penjualan barang kuno yang di temukan berasal dari dasar sungai.

“Saya menjadi berhenti bekerja setelah merasakan menjajakan barang kuno hasil menyelam ini hasilnya lebih bagus daripada bekerja. Akhirnya setelah lulus kuliah, berhenti bekerja, aku mendalami profesi baru aku ini. Ungkap Asmadi yang merupakan lulusan Universitas Stisipol Candradimuka Palembang Jurusan Administrasi Negara.

Dari hasil menyelamnya, Asmadi kini telah mengoleksi barang antik berharga, yang lebih dari satu besar berbahan emas dan perunggu. Barang-barang kuno itu di temukan Asmadi saat masih aktif menyelam lebih kurang 2018-2019.

Mulai berasal dari koin-koin kuno asal China terhadap masa Dinasti Song. Di temukan Yuan hingga keramik, manik-manik emas, cincin emas, gelang, kalung emas, dan juga arca berbahan perunggu. Sejak akhir 2019, Asmadi memutuskan pensiun sebagai penyelam dan fokus menjadi kolektor barang antik.

Sudah banyak koleksi barang antik penemuan Asmadi yang selagi ini di simpan di Musi Treasure Gallery. Itu merupakan galeri barang antik miliknya sendiri yang di campur bersama dengan hasil belanja berasal dari penyelam Sungai Musi lainnya.

Bila di total, koleksi benda kuno berbahan perunggu dan emas punya Asmadi bisa mencapai miliaran rupiah. Belum termasuk nilai bersejarah dan kelangkaannya yang tidak bisa di nilai oleh rupiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *