Kominfo Sebut Penerapan AI Perlu Dibarengi dengan Peningkatan Literasi

Di era komputerisasi, teknologi AI (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan, marak diaplikasikan untuk mempermudah profesi, termasuk media sebagai pensupport untuk menyusun maupun menyampaikan berita.

Merespon fenomena ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan pentingnya transparansi dalam pemakaian teknologi AI oleh media sebagai penyalur berita bagi masyarakat.

Dalam konteks jurnalisme, hukum Al menekankan pada kerangka slot gacor 777 pengambilan keputusan yang etis dalam artian media seharusnya memaksimalkan dan mengadopsi kerangka pengambilan keputusan etis yang disesuaikan dengan pemakaian Al,\\\” sebut Ketua Tim Urusan Peraturan dan Berharap Sama Direktorat Jenderal Info dan Komunikasi Publik Kominfo, Mediodecci Lustarini dalam kesibukan diskusi AI on Journalism diinformasikan dari Antara, Sabtu (10/5/2024).

Selain itu, Mediodecci juga mengukur bahwa juga pemakaian teknologi AI dalam ekosistem berita juga perlu dibarengi dengan program literasi media dan berita. Hal ini bertujuan untuk menolong masyarakat dalam memahami secara kritis konten yang disokong oleh AI, mengidentifikasi potensi bias, dan membuat keputusan yang pas.

\\\”Teknologi dihasilkan untuk mempermudah profesi manusia tetapi apabila kita bicara pengumpulan berita itu target utamanya verifikasi suatu kejadian. Jadi apabila bicara verifikasi kejadian, tak hanya bisa mengandalkan alat, tetapi pelaksanaan verifikasi yang dilaksanakan manusia menjadi persyaratan,\\\” katanya.

Untuk saat ini, Mediodecci menerangkan bahwa hukum khusus yang memegang pemakaian teknologi AI dalam konteks jurnalisme masih belum tersedia. Akan tetapi, Kominfo sudah menerbitkan surat edaran yang dialamatkan kepada media, terutama media nasional untuk memiliki tanda pemakaian AI.

\\\”Surat edaran itu itu memberikan panduan dari aspek prinsip, pelaksanaan dan menyokong segala memiliki tanda yang berlaku di dalam organisasi hal yang demikian, itu juga berlaku untuk media dan ada beberapa media yang mengaku memiliki itu,\\\” tuturnya menambahkan.

Selain itu, mengenai tata kelola AI di Indonesia juga sudah dipegang pada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021, Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023, dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 3 Tahun 2021.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga sekarang aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Berharap sama dengan pihak manapun, tak akan memberi pengaruh independensi kami.

lebih pesat mendapatkan jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik link berikut ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *