Postur Pelaku Pembunuhan Ceceu di Sukabumi, Tusuk Korban Usai Tolak Ajakan ‘Ayo Main’

Satreskrim Polres Sukabumi mengamankan pelaku inisial A (20) dikala melarikan diri atas kasus menghilangkan nyawa orang lain Ceceu alias Ajo (54) di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Pelaku diamankan polisi 3 jam sesudah kejadian, pada Sabtu (4/5/2024) lalu.

“Kemudian secara pesat kami laksanakan olah TKP alhamdulillah kami dalam waktu 3 jam pelaku dapat kami amankan. Pelaku pasca kejadian berupaya melarikan diri dan kami tangkap di tempat Parungkuda,” ungkap Kapolres Sukabumi AKBP Tony Prasetyo pada Rabu (8/5/2024).

Tony menjelaskan, dikala berupaya melarikan diri usai menghilangkan nyawa korban, ransel pelaku yang berisi kartu identitas penduduk milik pelaku ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Selanjutnya kami bergerak pesat menghubungi terminal jam berapa kendaraan arah ke Bogor, bahwa jam 05.00 WIB arah Bogor bis berangkat dan kita langsung mengontak pihak bis tersebut kita meminta videokan, lalu memperhatikan adanya yang kita yakini pelaku,” jelasnya.

Terhadap polisi, pelaku mengaku perbuatan itu dilaksanakan sebagai upaya joker123 gaming pembelaan diri karena perbuatan tak senonoh korban kepadanya yang memaksa untuk melakukan kekerabatan badan.

“Sesudah kami lakukan pemeriksaan tersangka merasa sebal karena merasa tak pernah melakukan senonoh tapi tersangka dipaksa disenonoh oleh korban dan diancam dengan pisau yang dibawa korban,” jelas ia.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti di antaranya dua bilah pisau, baju, dan sepatu dengan bercak darah yang diterapkan pelaku. Tersangka berujar melakukan pembelaan diri dengan menangkis menerapkan pisau dan menikam ke bagian leher korban.

“Pisau ada dua, kami peroleh di TKP satu di mana korban jatuh dan satu lagi di kamar mandi jadi pengakuan tersangka karena pisau yang satu jatuh, ia kembali ke dapur mengambil pisau itu dari pengakuan tersangka,” jelas ia.

Pelaku dan Korban Baru Satu Bulan Ketahui

Polisi menyebut perkenalan antara korban dan pelaku ini berawal dikala korban dan pelaku sempat berkenalan di sebuah salon tempat pelaku bekerja di wilayah Provinsi Banten. Pelaku menghubungi korban karena berkeinginan meminta pekerjaan.

“Tadi dibilang daripada korban menggesek-friksi (perilaku tak senonoh) kelaminnya terhadap pelaku sehingga pelaku terkejut, karena pelaku sendiri datang ke rumah korban berkeinginan mencari pekerjaan. Apabila korban sendiri karena meninggal tak dapat peroleh (keterangan), cuman seandainya dari panggilan dipanggil Mak Ceceu ternyata seorang laki-laki,” tuturnya.

Kendati pelaku beralasan membela diri atas dugaan pelecehan oleh korban, tapi kepolisian masih menyelidiki keterangan tersebut. Sebab, pelaku tak memberikan pernyataan terbuka terhadap warga sekitar yang sempat ditemuinya dikala berada di lokasi kejadian.

Bahwa yang bersangkutan berupaya menutup-nutupi jadi membuat kami juga perlu mendalami cerita atau keterangan dari pelaku sendiri,” terangnya.

Pelaku dikenai pasal 338 seputar menghilangkan nyawa seseorang atau menghilangkan nyawa orang lain dan pasal 351 ayat 3 seputar penganiayaan berat atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *